*infinity conqueror*

a-moment-capturer, a-story-teller, an-introvert-lover, frankly a life-learner ..still waiting to be rescued by a savior..

rindu tak tertahan menenggelamkanku dalam lamunan .. bayangan-bayangan kabur tentang masa depan .. dimana goresan kasarnya makin memperjelas rahasia Tuhan .. ah, seandainya kita bisa cepat sampai di pelabuhan.

Jee

Untitled: Tertidur dengan Luka Batin

adimuliapradana:

Tidak ada yang lebih menyenangkan dengan bekerja sampai terpaksa ketiduran tengah malam di kantor.

Itu melegakan karena dalam jam-jam yang sibuk, seseorang itu tidak perlu digalaukan.

Ah, bohong.

5 hari berturut-turut harus tertidur 2-3 jam dan terbangun di meja kantor jelang subuh,

2 weeks ago - 1
Saat sang surya yang muncul malu malu dari balik bukit menampakkan seringainya … bukan aku yang menyipit karena silaunya … namun senyumku yang seketika merekah karena hangat sapanya ….

Saat sang surya yang muncul malu malu dari balik bukit menampakkan seringainya … bukan aku yang menyipit karena silaunya … namun senyumku yang seketika merekah karena hangat sapanya ….

hai, fajar :)

hai fajar„
akhirnya kita bertemu lagi..
lama rasanya sudah aku merindumu..
wangi-wangian segar yang selalu kau bawa..
menyadarkanku bahwa hari yang baru telah tiba..

aku selalu mencinta fajar
sejuknya fajar tak akan terganti meskipun harus bersaing dengan kesegaran setelah hujan
tetes-tetes jernih sang embun itu mengartikan murni dan suci

memang tak ada bau tanah
namun udara dan suasana yang kau bawa membangkitkan rasa terlahir kembali

cahaya-cahaya mulai merekah di sudut-sudut timur
sedikit demi sedikit menggeser keperkasaan malam yang sukses menenggelamkan manusia dalam gulita

nun jauh di sana
kokok unggas bersahut-sahutan
mengingatkanku arti kata jangan menyerah untuk lebih menghargai kehidupan
mengawali partikel-partikel terkecil dari sebuah hari dengan senyum dan harapan

bagaimana aku bisa lelah dengan kenyataan
sementara kokok-kokok di sana tetap setia memanggil waktu yang baru
dan penjaja pasar mulai bergerilya membawa hasil kesegaran bumi yang banyak ditunggu

merekalah pejuang yang selalu berhasil menandakan hari yang baru akan selalu hadir
merekalah yang menyadarkan harapan manusia tidak akan begitu saja berakhir

ah fajar, sungguh kau lebih indah dari senja
rasamu, semangatmu, dan bagaimana kau seakan menerangi gelap malam dengan tiba-tiba

jiwa-jiwa yang baru, bangkit
masalah-masalah yang lalu seakan tak ingin lagi diungkit
pencerahan yang kau bawa seakan menyembuhkan semua sakit

fajar, betapa aku mencintamu..
kau selalu tak pernah lupa mengingatkanku..
‘a new day has come, Andina’

ah fajar,
seandainya aku lebih sering bertemu denganmu
dan meresapi indah hadirmu..

kau yang membuyarkan malam dengan indah
kau yang menepis kabut dengan halus
kau yang mengawali sebuah kehidupan
kau yang memberi warna berbeda dalam setiap hari yang Dia cipta

fajar,
rasa syukurku selalu lebih lepas ketika melihatmu

terima kasih fajar,
hari ini kau menyapaku.. dan biarkan aku tetap merindumu..
sampai kita bertemu lagi nanti,
dengan semangat kebaikan yang menanti untuk dibagikan..

selamat pagi, fajar :)

j/a

tahukah kamu, sendiri bersama lampu-lampu kota di ketinggian bumi ini selalu mengingatkanku tentangmu.. ingin bersamamu suatu hari nanti, menikmati kerasnya udara malam yang selalu menenangkan jiwa-jiwa kosong yang pilu.. meringankan beban dunia, berdua saja,

jee

ada pagar pembatas di sekelilingmu, yang membuatku tak ingin maju, ataupun beranjak selangkahpun dari tempatku.. bahkan sama sekali tak ada rasa ragu, untuk diam saja dan membiarkan semuanya berlalu.. kebekuan ini benar-benar menenggelamkan dalam bisu..

jee

saat sendiri

mungkin memang sedang saatnya sendiri
diam dan merenung di tempat dingin yang sepi
dengan sinar temaram, angin sepoi, dan lagu merdu yang menemani

menghilang sejenak dari kebisingan kota
mencoba bermeditasi dan mendengar hati bicara

larut aku dalam suasana
lembut temaram malam yang mengejar pagi
di antara persiapan fajar yang memecah sunyi
aku di sini sejenak melupakan kisah dan duka

sesaat yang mampu mengingatkan akan bahagia
di balik kasatnya kehidupan fana

dingin menusuk ini bukan lagi membuatku tersiksa

nyata yang aku simpan
cerita-cerita yang kukumpulkan
kembali menyeruak satu demi satu
mendongengkan refleksi klasik masa lalu

indah
hanya itu yang kurasa
gundah
hilang begitu saja

disaat diri bisa menyadari arti sendiri
disaat tumpuan untuk bersyukur berebut menghampiri

senyum-senyum tumpul yang kemarin lalu hanya simbol
kini merekah bagaikan bunga musim semi yang bergerombol

tak perlu kuingat lagi musim apa ini
ketika mendapat kesepian dan sunyi
cukup sudah bagi hatiku bernyanyi

hingga perlahan-lahan hidup mulai meresapi
segala sudut-sudut hati yang sempat mati

dan disinilah bahagiaku
kebebasan terbesarku
ketika aku benar-benar menjadi aku
dan melepaskan apa yang banyak dikata orang terhadapku

kawan bijak berkata
ketika sendirimu bisa membawa bahagia
maka sebenarnya sudah tak ada lagi yang tersisa
karena kekokohan dirimu mutlak ada di dalamnya

dan yah memang aku patut bahagia dalam nikmat ini
nikmat diriku yang selalu merindukan sepi

karena bersama sepi, diriku bisa benar-benar tegar berdiri

Ibu, Ibundaku..

kicauan sang pengrajin kata mengetuk hatiku, tersadar bahwa tak pernah sekalipun aku menyampaikan rasa bangga secara langsung pada Ibu..

padahal selama ini rasa itulah yang paling besar memenuhi jiwaku.. yang mengokohkan rasa percaya diriku, yang sebenarnya tak mampu kutahan untuk selalu kuungkapkan ke sekelilingku..

namun ternyata aku tak pernah mengatakannya secara langsung pada Ibu..

sebenarnya bukan tak pernah, tapi setiap ingin mengungkapkan aku selalu merasa tak mampu.. aku lebih ingin dulu berbenah, sebelum menyatakan bangga bahwa aku putri Ibu..

di sudut hati yang lain aku masih malu.. rasanya belum pantas aku merasa bangga sebagai putri Ibu.. karena belum ada harapan yang menjanjikan, atau cita-cita yang menjadi nyata..

namun apa pun itu, Ibu, selamanya tetap dirimu..

meskipun lisan tak mampu menyampaikan,
namun hati ini sungguh sangat mengagungkan..

aku bangga menjadi putri dari seorang pejuang
pejuang yang tak kenal kata mati
mungkin aku memang sedang berpetualang
namun aku akan selalu kembali

dan ketika aku merindukan tempat berteduh
di kakimulah aku selalu ingin bersimpuh

sembah sujud dari putrimu
atas semua perjuangan dan deritamu untukku

terima kasih Ibu, Ibundaku..

j/a

ada yang mengalihkan mataku dari perhatian, ketika namaku tak pernah muncul dalam celotehan.. kadangkala semua orang butuh perhatian, karena disitulah letak arti hubungan..

Jee

Chemistry

Tak pernah kuusik tenangku dengan menduamu..
dan semua yang ada di hati kembali hanya satu..

izinkan aku mendapat percayamu, walau mungkin habitat tak menerimaku..

setiaku bukan sebuah keharusan, ia lah bagian pasti dari hidupku semacam bunyi prinsip yang ditegakkan..

kemarin suara pikiran meledak memekakkan jeritan elang, namun sangkar sejauh apapun di seberang, hanya disitulah aku mampu berpulang..

senja sore ini mengajarkan kerinduan, kebersamaan hangat dari perang dahsyat atas nama pengertian.. dan di hangatnya senja itu, aku hanya ingin berada dalam rengkuh pelukmu..

bila kita paradoks, mari sempurnakan dengan oxymoron..
pendampingan atas perbedaan adalah sebuah peron..
pembuka jalan masa depan untuk saling melengkapi..
dimana perbedaan adalah suatu inti dari keterkaitan hati,

atau yang kau bilang chemistry..